Sinopsis "Terima Kasih Musuhku"
Terima Kasih Musuhku
By Salman Al-Audah
Betapa bahagia dan senang perasaan yang menghinggap dalam diri saya kala teringat pernah menenggak pengalaman-pengalaman getir dari para saudara tercinta. Mungkin ungkapan ini tak terbayang oleh mereka, tapi jujur seperti itu adanya, karena saya tahu adanya sejumlah keterlibatan antara saya dan mereka yang jauh berada di atas titik-titik perbedaan pandangan.
Kota-kota nan indah ini tentu tak terlepas dari sampah-sampah, meski tidak bijak jika Kita tempatkan sampah-sampah itu dalam gerobak lalu kita arak berkeliling untuk mengusik pandangan, penciuman dan merusak daya rasa banyak orang.
Kehangatan iman yang seharusnya membuat kita merubah perbedaan pandangan menjadi kekuatan positif untuk melejitkan kemampuan, merajut hubungan, memperbaiki akhlak dan menumbuhkan optimisme, justru merubah sebagian kita menjadi alat penyerang, pemisah, pembatasan dan penjatuhan.

Komentar
Posting Komentar